Sabtu, 10 Maret 2012

Mandi Ganda

Hari ini hari Minggu, tanggal 10 Maret 2012. Saya bangun pukul 08.00 pagi. Maklum, tadi malam saya selesai mengerjakan beberapa tugas hingga larut malam. Pukul dua pagi. huffffttt..lelah . Tapi tak apa, itu sebanding dengan sebuah hasil yaitu, selesainya sebagian tugas saya. Yahh..meskipun hanya sebagian, tapi kan lumayan,daripada tidak sama sekali.

Bangun tidur, saya tidak langsung mandi, seperti yang ada di lagu "Bangun tidur, ku terus mandi..". Dalam hati,nanti sajalah,setelah mencuci baju dan sepeda motor. Tanpa menunda waktu lagi,saya langsung mengambil baju-baju kotor saya selama seminggu ini di ranjang pakaian kotor, dan segera mencucinya.  Sambil menunggu cucian yang sedang berputar dalam mesin, saya juga mencuci sepeda Beat kreditan saya yang belum lunas sampai hari ini (masih kurang 1,5 tahun lagi). Akhirnya, pukul 11 pagi kedua pekerjaan itu dapat terselesaikan. Niat untuk mandi kembali teringat, saya pun segera mengambil handuk dan sabun menuju kamar mandi. Namun, di tengah perjalanan menuju kamar mandi.bau masakan ibu dari dapur tiba-tiba tercium hidung saya, dan membuat alarm dalam perut berbunyi untuk mengingatkan saya sarapan.

Sarapan pagi sampai dari pukuil 11 berjalan sampai pukul 12 siang,karena di barengi dengan menonton TV.  Acara sarapan selesai, saya langsung kembali menuju ruang TV lagi, karena dalam hati "sayang sekali acara tadi saya tinggalkan". Niat untuk mandi urung lagi. Acara nonton TV berlanjut.Sampai tanpa saya sadari, saya pun ketiduran di depan ruang TV hingga pukul 5 sore. Ketika bangun tidur saya baru teringat, bahwa tadi pagi saya belum mandi. Dan akhirnya ,pukul 5 sore itulah niat untuk mandi baru terlaksana. dan mandi itu saya namakan mandi ganda. Kenapa?  karena mandi sore itu adalah mandi gabungan, antara mandi pagi dan mandi sore hari. Yahh...biasanya hanya 2 kali sehari saya mandi.(VET)




Jumat, 09 Maret 2012

Lima Bersaudara


 Lamongan in memoriam-Sebuah keluarga bahagia adalah keinginan hampir semua orang .Apalagi sebuah keluarga yang terdiri lengkap atas ayah,ibu,anak atau adik yang imut, lucu,ganteng ,dan cantik adalah yang sering didambakan. Karena untuk saya,adik dapat dijadikan teman bermain di rumah.Mempunyai dua orang adik yang terdiri dari laki-laki kelas enam SD dan adik perempuan sekolah TK,saya rasa sudah cukup menyenangkan dan sudah mendatangkan kebahagiaan. Karena keduanya, hari-hari saya di rumah begitu menyenangkan. Meski tak bisa saya pungkiri, pertengkaran perebutan kekuasaan untuk menjadi anak kesayangan ayah dan ibu juga sering terjadi.  Pada saat itu saya duduk dibangku kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) semester akhir . Setiap malam kami sekeluarga berkumpul untuk menceritakan semua aktivitas tadi siang.
Hari-hari dirumah begitu menyenangkan. Namun kesenangan itu tiba-tiba musnah .Karena sejak bulan Desember 2006  ibu tidak pernah ikut bersenda gurau bersama kami lagi. Beberapa hari ini, ibu saya jadi sering sakit-sakitan.Entah sakit apa itu namanya,ibu hanya bilang jika perutnya sakit seperti tertusuk-tusuk. Berulang kali sudah ,keluarga mendatangkan beberapa orang pintar (Dukun, Kiyai) ke Rumah .Namun penyakit ibu nampaknya tidak ada pasang surutnya alias tidak ada perubahan .Ibu dan keluarga akhirnya pasrah. Sudah banyak biaya yang dikeluarkan untuk ibu. Ibu hanya bisa tidur dikamar,dan tetap tidak ingin dirawat di Rumah sakit. Fobia dokter dan jarum suntik. Akhirnya saya dan ayah saya lah yang mengerjakan semua pekerjaan di rumah sambil merawat ibu. Tiga bulan pun berlalu. Kondisi ibu semakin lama semakin melemah, Namun fisiknya semakin gemuk. Mencurigakan..
Setelah saya Ujian Nasional tanggal 29 Maret 2007,akhirnya ibu memutuskan untuk menginap (opname) di Rumah Sakit. Ternyata,selain fobia tadi,ibu juga kasihan jika harus meninggalkan saya yang akan menghadapi Ujian Nasional .Pagi berangkat kerumah sakit, siang hari saya mendapat kabar dari seorang kerabat saya yang menjenguk ibu,yang mengatakan bahwa ibu saya tidak sedang sakit ,tapi sedang hamil dan beberapa  beberapa hari lagi akan segera melahirkan. Mendengar kabar itu, saya langsung shock . Mengapa saya shock? Ya…saya shock karena saya berrfikir, kalau saya sudah kelas tiga SMP dan mempunyai dua adik. Saya tidak ingin mempunyai adik di usia saya sekarang ini. Saya malu dengan teman-teman saya. Apa kata mereka nanti jika mengetahui ketika saya SMA nanti, saya masih mempunyai adik bayi? Apalagi dengan jumlah yang sangat melebihi normal. Tambah satu jadi tiga.. ya tiga! Tiga orang adik..di kelas satu SMA. Selain itu, pastinya nanti saya akan disingkirkan dari peradaban kasih sayang ayah dan Ibu..

Sudah beberapa hari ibu berada di Rumah Sakit. Namun, saya belum menjenguk ibu sama sekali. Ibu sering menanyakan dimana dan keadaan saya kepada setiap orang yang menjenguk ibu. Namun, satu jawaban yang konsisten selalu saya lontarkan ,” gugurno sek,baru aku gelem nyambangi ibuk!”. Sebuah jawaban aneh dan menjengkelkan kan? Dan pastinya, orang tua dan semua orang tidak mempedulikan saya. Selain itu saya mempunyai pilihan lain kepada orang tua saya “atau kekno wong ae bayine”. Intinya…saya tidak ingin punya adik lagi. Bagaimanapun caranya.TETAP…saya hanya di anggap sebagai orang gila…tidak pernah mendapatkan respon apapun. 
 
Tepat tanggal 10 Mei 2007,sebuah kelahiran yang sama sekali tidak saya inginkan itu pun terjadi. Namun yang beda disini, sebuah kelahiran itu ternyata menambah dua orang anggota keluarga saya. Yahhh…ibu saya melahirkan dua orang anak kembar berjenis kelamin perempuan. Kabar pun cepat datang dari Rumah Sakit yang mengabarkan hal tersebut. Hati saya tiba-tiba luluh,dan ingin segera menjenguk ibu. Saya penasaran dengan adik kembar saya, dan kangen ibu.
Sesampai di Kamar ibu saya dirawat, saya mendengar dua orang kerabat saya yang merupakan suami istri sedang membicarakan tentang adopsi kedua adik saya bersama ibu saya. Entah itu disengaja atau memang benar adanya akan mengadopsi kedua adik baru saya. Secara spontan, saya segera berlari menuju  ibu yang sedang menggendong dua bayi imut dan berteriak, “Ojo di adopsiiii…”.beberapa orang disekitar tempat tersebut langsung melihat kearah saya. ARRRGGGGhhhh…malu…(dalam hati). Beberapa jam berlalu membahas adopsi yang tidak saya ketahui kebenarannya. Dan sampai pada mufakat bahwa kedua adik baru saya urung di adopsi. Alhamdulillah..
Sebuah karunia yang harus saya syukuri. Dua adik baru yang cantik yang dalam kandungan dan kelahiran penuh dengan masalah. Kini keduanya sekolah TK dan keluarga saya terdiri dari tujuh orang. Ayah dan Ibu, ditambah lima bersaudara.(VET)

Kamis, 08 Maret 2012

Insiden di Jalur Tengkorak Surabaya


Tergeletak :Foto Meyta Nurdiansyah
 Masih saya ingat sekali hari itu, hari Rabu, tanggal 2 Desember 2010 pukul 08.20 WIB. Ketika itu saya mulai berangkat dari rumah menuju Kampus (Universitas Airlangga Surabaya),yang perjalanannya sekitar 1,5 jam . Lagi-lagi.. saya memulai petualangan Pulang-Pergi dari Lamongan tercinta menuju Surabaya panas dan penuh macet. Namun,kali ini saya tidak lagi menggunakan armada Kereta Api Komuter  seperti biasanya. Saya menaiki sepeda motor Honda  Beat saya yang baru 4 bulan saya kredit dari salah satu dealer di Lamongan.Pada saat itu Mata Kuliah Filsafat pada semester 1 dimulai pada pukul 10.00WIB. Maksud saya dapat memberikan beberapa menit waktu untuk beristirahat setelah sampai dikelas.
Saya berangkat dengan kecepatan kira-kira 80km/jam. Melewati kota Gresik yang menurut saya tak pernah berujung. Akhirnya sekitar satu jam,sampailah saya di jalan Margomulyo Surabaya. Dan sedang berjalan menuju Greges Surabaya,yang sangat terkenal dengan sebutan “jalur tengkorak”. Sebutan tersebut melekat pada jalan Greges karena telah banyak terjadi kecelakaan hebat, dan selalu menewaskan korban kecelakaan. Kita akan menjumpai sebuah tanda peringatan agar berhati-hati jika melewati jalan tersebut.
Dari kejauhan nampak macet yang begitu panjang. Saya ingin cepat sampai kampus, karena jam sudah menunjukkan pukul 09.15 WIB.  Karena body dari Beat yang ramping, saya bisa menyerobot hingga keluar dari kemacetan. Namun, betapa kagetnya saya ketika sampai pada depan kemacetan,setelah tahu sumber dari kemacetan itu adalah karena sebuah insiden kecelakaan. Terlihat sesosok tubuh wanita tertelungkup ditengah jalan, dengan kepala yang ditutup Koran. Darah mengalir disampingnya. Ada beberapa polisi ,warga sekitar, dan para pengendara yang kebetulan melintas disekitar Tempat Kejadian Perkara(TKP). Dan tak jauh dari TKP terlihat sebuah truck besar yang sedang berhenti dan didatamgi seorang polisi..” Astaghfirullaah hal’adzim.. kecelakaan
Saya segera berhenti dan ingin tahu identitas korban kecelakaan tersebut dengan menanyakan kepada seorang bapak yang ada didekat saya .  Bapak tersebut menjawab jika korban tersebut berasal dari Lamongan. Dalam hati saya tiba-tiba terbesit yakin, saya pasti mengenal korban. Saya lihat sepeda motornya, untuk menebak dan mengingat mungkin saja saya kenal namun itu semua tidak menunjukkan keterangan si korban. Untuk memperoleh jawaban yang pasti,saya segera bertanya kepada bapak polisi yang ada di TKP. Kata pak polisi namanya Meyta (19) warga Temenggung Noto Lamongan,kuliah di UNAIR. Saya belum menemukan kejelasan identitas korban. Namun,seketika saya langsung ingat jika harus mengejar waktu untuk segera sampai di Kampus tepat waktu. Dan dalam hati berkata “maaf ya mbak saya kuliah dulu,maaf gak bisa nemenin kalau emang saya kenal sampean”. Dan kemudian saya segera meneruskan perjalanan saya.
Saya tiba tepat waktu untuk mengikuti kuliah pak Budi Setyawan. Namun tak lama kemudian , HandPhone(HP) saya bergetar, tanda ada yang menghubungi saya. Dengan sembunyi-sembunyi dan tetap di tempat semula, saya melihat HP ,ternyata sms dari salah seorang teman saya, yang isinya “INNALILLAHI AINNAILAIHI ROOJIUUN telah berpulang keRahmatullah, MEYTA NURDIANSYAH pukul 10.00 WIB karena kecelakaan. DEGG….!!! langsung saya balas sms tersebu dengan gemetar untuk menanyakan TKP dan lain sebagainya.

Ternyata sebuah jawaban dari sebrang yang tidak terduga-duga sebelumnya. Memberikan jawaban sangat pasti, wanita korban kecelakaan di Jalur Tengkorak Greges Surabaya yang saya lihat tadi adalah teman saya,MEYTA seorang teman yang saya kenal judes dan cerewet tewas tepat didepan mata saya. Seorang anak dari guru fisika saya waktu SMP, dan kuliah di UNAIR juga jurusan bahasa Jepang. Seketika air mata mengalir tidak terbendungkan lagi. Dalam benak saya hanya dapat berkata,”Meyta…maafkan aku..ternyata itu kamu..”.dan setelah pulsng kuliah sore hari, saya langsung datang ke Rumahnya,untuk memberikan penghormatan terakhir.(VET)

Rabu, 07 Maret 2012

Perokok itu buta hati dan buta huruf






ROKOK mendengar katanya saja dapat membuat sebagian orang mempunyai banyak bayangan. Mulai dari sisi perokok dan pecandunya,  bisa terbayang-bayang suatu benda yang dapat mendatangkan kesenangan,penghilang penat,dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana bila dilihat dari sisi seperti saya? saya adalah salah seorang wanita yang sangat membenci rokok. Jangankan asapnya, mendengar namanya pun bulu kuduk saya berdiri. Mengapa saya  bisa begitu anti dengan rokok?
Suatu pagi, seperti hari-hari biasanya saya berangkat pukul 05.00 dari rumah menuju stasiun Lamongan ,dan  naik kereta api komuter jurusan stasiun Pasarturi Surabaya untuk pergi kuliah ke Universitas Airlangga Surabaya. Maklum,saya bukan anak kos,jadi Lamongan-Surabaya saya arungi setiap hari alias Pulang Pergi alias PP. Sudah pasti,penuh sesak dalam kereta tersebut. Tak heran, karena hanya Dua gerbong saja yang disediakan. Sedangkan penumpang semakin hari semakin bertambah banyak. Dalam keadaan penuh sesak itu, “Rokok” dimanfaatkan sebagai penghilang penat oleh sebagian pria pecandu rokok . Anda pasti sudah dapat membayangkan bagaimana keadaan saya pada saat itu? Rasanya mulut saya ingin ngomel, dan tangan saya ingin bertindak untuk merampas rokok itu. Beberapa orang sering mencoba mengingatkan secara halus pada salah seorang yang sedang merokok. Namun, bukan tanggapan positif yang diperoleh. Malahan, saling olok pun terjadi dalam kereta.
Setelah turun dari kereta asap itu, sudah pasti juga saya langsung naik bemo lyn C ,untuk sampai kampus. Dan lagi-lagi..asap rokok tercium di hidung saya. Ternyata, sopir lyn C dan dua orang penumpang didepan itu merokok. Hmm…ingin turun rasanya dari lyn asap itu. tapi saya takut telat sampai  kampus, yang kebanyakan jadwal kuliah dimulai pukul 07.00.Sudahlah..begitu dalam pikiran saya.
Sampai di kampus,saya melewati beberapa tempat di FISIP, untuk sampai dalam kelas. Bau asap rokok kembali masuk di hidung saya. HAASS!. Setelah kuliah saya pulang,hal yang sama didalam bemo dan KA Komuter terjadi. Tak hanya berhenti disitu, setelah sampai dirumah, terlihat ayah saya sedang merokok dalam rumah. Dan lagi-lagi saya sudah pasti menghirup asap beracun itu. Yaaaahhh... begitulah setiap hari hal yang saya alami bersama kendaraan umum dan rokok.  Hingga suatu hari saya melihat seorang penumpang KA komuter yang tiba-tiba batuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Ketika saya tanya,  orang tersebut mengaku sakit paru-paru karena mantan pecandu rokok. seketika detak jantung saya berhenti ketika mendengar jawaban orang itu. Mengingat hal yang saya alami setiap hari mungkin saja saya dapat terkena penyakit tersebut.
Padahal, tahukah anda? . Sudah jelas sekali Di beberapa tempat-tempat umum, misalnya di dalam gerbong, di kaca loket telah dipasang beberapa stiker besar yang bertuliskan “ DEMI KENYAMANAN PERJALANAN KERETA API , DILARANG MEROKOK DIDALAM KERETA. Tetapi sepertinya mata dan hati para pecandu rokok telah dibutakan oleh kesenangan yang dapat membawa akibat fatal bagi lingkungan sekitarnya.